51 Views

Cara-cara kreatif tanpa Pic.Card (istilahnya di English biMBA)/Flashcard dan Lagu

 

Cara-cara kreatif tanpa Pic.Card (istilahnya di English biMBA)/Flashcard dan Lagu

Pic.Card (istilahnya di English biMBA)/flashcard dan lagu merupakan alternatif yang cukup mudah untuk diakses oleh para guru sebagai media ajar di kelas. Media ini sangat membantu dan efektif dalam mengajarkan kosakata Bahasa Inggris kepada anak. Disamping Pic.Card/flashcard dan lagu terdapat banyak cara menyenangkan lain yang dapat digunakan guru di dalam kelas sebagai alternatifnya. Berikut merupakan beberapa cara kreatif dan menarik yang dapat dilakukan guru untuk mengenalkan kosakata Bahasa Inggris kepada anak:

1. Menggunakan media nyata (real object)

Mungkin agak sedikit membuat guru sibuk untuk mempersiapkan real object untuk mengajar di kelas. Namun, anak-anak akan lebih mudah memahami konteks kosakata yang mereka pelajari. Guru juga dapat mengajak anak untuk membawa media mereka sendiri ke dalam kelas. Contohnya, pada tema “color”, guru dapat meminta anak untuk membawa cat air, pensil warna, atau spidol mereka. Kemudian kegiatan dapat dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai. Anak-anak dapat diminta untuk mengambil warna yang diinstruksikan oleh guru dalam Bahasa Inggris. Penggunaan real object ini juga dapat diterapkan pada tema lain misalnya Fruits, Food, School Equipment, dan lainnya.

2.Act it Out

Guru dapat menjelaskan kosakata dengan menirukannya. Contoh, pada tema “Action”, guru dapat menirukan “walk” di depan kelas sehingga anak dapat menebak apa yang dilakukan guru. Kemudian guru membantu mengarahkan anak menyebutkan bahasa Inggrisnya. Kegiatan ini juga dapat diselingi dengan menggunakan Pic. Card/flashcard sebagai penguatan. Dan dapat dilanjutkan dengan games, dimana setiap anak diberikan Pic. Card/flashcard dan memperagakan action verb apa yang terdapat pada Pic. Card/flashcard tersebut.

3. Matching

Kegiatan mencocokkan ini dapat digunakan saat mengajarkan opposites/synonyms kepada anak. Dapat dilakukan dengan menggunakan gambar yang ditempel pada papan tulis. Kemudian anak diminta satu persatu ke depan dan mencocokkan gambar yang ada di papan tulis. Alternatif lain dapat dilakukan dengan menggunakan lembar kerja lalu anak melakukan tarik garis untuk mencocokkan lawan kata atau persamaan kata.

4. Description/Ilustration

Pada kegiatan ini guru akan menjelaskan atau mendeskripsikan kata yang dijelaskan kepada anak sehingga anak dapat menebak poin apa yang sebenarnya dimaksud oleh guru. Kegiatan ini dapat digunakan pada tema “Family”. Untuk persiapannya, guru dapat meminta anak membawa foto anggota keluarga mereka, lalu guru membuat family tree di papan tulis atau di kertas (sesuai dengan jumlah anak di kelas). Di awal kegiatan, guru menjelaskan tentang anggota keluarganya dan menempel foto pada family tree di papan tulis. Setelah itu, guru meminta anak melakukan hal yang sama di kertas yang telah dibagikan. Kemudian meminta salah satu anak atau secara bergantian ke depan menceritakan family tree yang mereka miliki.

5. Story telling

Guru dituntut untuk keatif dalam kegiatan ini. Guru harus mampu berdongeng dengan baik di depan murid. Kegiatan ini dapat dilakukan pada tema animals atau farm animals. Guru dapat mencari dongeng yang dapat menjelaskan binatang atau dapat membuatnya sendiri agar dapat dibuat lebih mudah untuk dipahami oleh anak. Guru dapat menggabungkan kegiatan mendongeng dengan kegiatan tanya-jawab. Setelah bercerita, guru dapat menanyakan binatang apa saja yang terdapat pada cerita dan menuntun anak untuk mengucapkan dalam Bahasa Inggris.

6. Games

Terdapat banyak games yang menyenangkan yang dapat para guru akses untuk diaplikasikan di kelas. Contohnya, games “Simon Says” dapat digunakan pada tema Parts of My Face atau Part of My Body. Guru dapat menggunakan instruksi misalnya, “Simon says, touch your nose, Simon says touch your leg, etc”

Itulah beberapa referensi yang dapat dipakai guru di kelas. Sebagai seorang guru, kita dituntut untuk dapat berfikir kreatif menciptakan suasana kelas yang menyenangkan (Fun Learning) untuk anak-anak didiknya. Semua kegiatan di kelas tersebut bergantung bagaimana guru mengemasnya dengan baik. Guru juga dapat menciptakan kegiatan atau permainnan mereka sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak di dalam kelas. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk motivator English biMBA maupun guru-guru di luar sana. (Gen)

Related Posts